CIRI-CIRI ANAK SUDAH TERKENA KEKERASAN SEKSUAL

Kekerasan Seksual Anak

03 Sep CIRI-CIRI ANAK SUDAH TERKENA KEKERASAN SEKSUAL

Kekerasan seksual anak kian hari kian marak sekali di pemberitaan media televisi maupun media koran,terlebih jika anak tersebut masi dibawah umur yang mungkin akan memberikan trauma dan dapat mengganggu perkembangan Kesehatan mental anak itu sendiri.kejadian heboh terakhir dilokasi JIS cilandak,Jakarta selatan.

Orang tua harus benar-benar ketat dalam menjaga buah hati mereka , selain itu orang tua juga harus bisa mengenali cicri-ciri kejanggalan yang terjadi pada anak jika memang dirasa ada yang aneh dalam perilaku anak.

Banyak cara Predator seksual yang dilakukan atau modus agar tidak tercium.salah satunya adalah yaitu dengan melakukan pendekatan Persuasif atau menghasut kepada korban bahwa hal yang dilakukanya merupakan hal yang wajar dan tidak akan berbahaya.

Salah satu cara agar anda sebagai orang tua mengetahui kejadian tersebut terjadi atau tidak maka hal pertama yang anda lakukan adalah menanyakan secara terus-menerus apakah ada orang yang berani menyentuh alat genitalnya dan menjelaskan bahwa yang berhak menyentuhnya adalah dirinya sendiri dan Dokter jika dibutuhkan untuk tujuan pemeriksaan.( Kata psikolog Nunki suwardi yang merupakan pendiri pusat study & aplikasi Psikologi Komunikasi alam bawah sadar , dalam tulisan yang dikirimkan oleh salah satu media ternama.

Menurut Nunki , Korban yang mengalami serangan seksual secara mendadak atau diluar kehendaknya dapat menunjukan bahasa tubuh yang sangat jelas dan mudah di deteksi.Refleks kecemasan (startle reflex) sebagai respons akibat serangan mendadak tak terduga dan tak dikehendaki yang membuat fisik, jiwa dan emosional korban terancam. Itu semua disampaikanFrederick Anderman dan Eva Andermann di bukunya Movement Disorders in Neurology and Neuropsychiatri 1992.

Berikut gerakan berlebihan tak wajar yang bisa ditunjukkan oleh korban predator seksual:

  1. Kedua bahu terangkat sehingga menutupi leher
  2. Kepala tertunduk ke dalam
  3. Kedua tangan dan kedua kaki menyimpul erat
  4. Lutut tertekuk ke dalam
  5. Tubuh menekuk
  6. Mata berkedip kedip
  7. Wajah pucat pasi

Secara fisik dapat ditandai dengan :

  1. Mengeluh kesulitan atau kesakitan saat BAB dan BAK
  2. Sakit jika memakai celana dalam
  3. Cara jalan yang tak wajar, agak mengangkang
  4. Ditemukan bekas bercak darah atau cairan di celana dalam anak
  5. Rasa panas dan nyeri di area genital dan terasa sakit jika disentuh
  6. Kemungkinan ditemukan bagian pakaian yang robek atau kancing yang lepas karena ditarik paksa

David Givens seorang peneliti bahasa tubuh terkait tindak kejahatan menambahkan bahwa serangan mendadak biasanya juga ditandai adanya memar di bagian tubuh atau gigi yang cedera atau tanggal saat pelaku menyergap dan memaksa korban merapat di dinding dan korban melawan.

“Joe Navarro seorang agen FBI spesialis komunikasi non-verbal memberi tahu, cekalan dan cengkeraman erat tangan pelaku sehingga kuku menembus ke kulit pada lengan anak untuk mencegah anak meronta biasanya meninggalkan bekas di lengan bagian dalam. Kapan pun orangtua menemui memar di bagian dalam lengan anak, jangan pernah percaya bahwa itu akibat terjatuh. Luka karena jatuh seharusnya menimbulkan memar di bagian sisi luar lengan anak bukan di bagian dalam,” ujarnya.

Nunki juga mengingatkan, Anda juga melihat bahwa saat pelaku berjalan menghampiri mantan korbannya, secara refleks anak menjauhkan bagian depan tubuhnya atau menekuk tubuhnya diikuti kedua bahu menaik. Ini adalah gerak refleks yang tersimpan di sistim limbik di otak untuk menjaga tubuh dari serangan berikutnya dari orang-orang yang punya riwayat menyerang anak.

Anak-anak yang takut menceritakan peristiwa tersebut, berpeluang besar bagi pelaku untuk melancarkan aksi berikutnya. Jika pelaku melancarkan serangan berulangkali pada anak, maka perilaku anak yang semula ceria akan berubah murung. Anak yang semula mandiri akan berubah menjadi penuntut, cengeng, tergantung dan melekat terutama pada ibunya (clinging response), ketakutan tak mau ditinggal dan selalu membuntuti.

Anak berubah pendiam, takut bertemu orang dan mengurung diri di kamar. Anak yang semula tidak mengompol menjadi mengompol baik di malam hari maupun saat di sekolahnya. Sulit tidur dan bermimpi buruk diikuti mengigau. Mengisap ibu jari.

“Saat orangtua bertanya adakah yang menyentuh atau menyakitinya, anak menunjukkan ekspresi ketakutan, cemas dan takut bicara. Saat tanda-tanda ini muncul, Anda sebagai orangtua harus waspada. Anak harus diyakinkan dan diberi dukungan bahwa tak ada orang yang dapat menyakitinya dan ibu bapaknya akan melindungi dirinya dari siapa pun yang akan menyakitinya,” kata Nunki.

 

Sumber : http://blogaksesbisnis.blogspot.com/2014/04/ciri-ciri-anak-sudah-terkena-kekerasan.html

No Comments

Post A Comment