Hari Sahabat Anak 2014: Aku Anak Indonesia!

aku anak indonesia-web

03 Sep Hari Sahabat Anak 2014: Aku Anak Indonesia!

Salah satu hak anak yang tercantum dalam Konvensi Hak-hak Anak PBB tahun 1989 pasal 8 adalah: Menghormati hak anak untuk memelihara jati dirinya, termasuk kebangsaan. Sebagai salah satu negara penandatangan konvensi, Indonesia harus memenuhi hal ini. Anak-anak Indonesia harus diakui statusnya sebagai Warga Negara Indonesia yang memiliki hak akan identitas, berpartisipasi, dan berperan dalam pembangunan.

Menurut Checkoway & Richard-Schuster (2001), partisipasi anak adalah sebuah proses dimana anak memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan tentang hal yang mempengaruhi hidupnya, dan tidak hanya pasif karena adanya keberadaan orang dewasa. Anak dapat terlibat dalam merumuskan masalah, mengumpulkan informasi terkait, serta mempergunakan hasil dari pengumpulan informasi tersebut. Anak dapat menemukan sendiri hal yang mereka anggap sebagai permasalahan, tidak hanya menerima isu permasalahan yang sudah diidentifikasi oleh orang dewasa.

Dengan demikian, anak bisa menjadi agen perubahan untuk masyarakat dengan melibatkan mereka dalam menemukan masalah, mengumpulkan informasi serta mempergunakan informasi tersebut untuk membuat perubahan.

Mengapa penting untuk melibatkan anak untuk berpartisipasi sebagai agen perubahan? Menurut Golombek (2002), ada lima hal (5C) yang bisa dikembangkan pada anak dengan melibatkan mereka dalam masyarakat, yaitu:

  1. Anak belajar untuk memiliki tanggung jawab (Character)
  2. Anak mengembangkan keberhargaan diri akan kemampuan mereka untuk mengambil inisiatif dan mengambil keputusan (Confidence)
  3. Anak mengembangkan rasa memiliki (sense of belonging) dengan komunitas (Connection)
  4. Anak mengembangkan kemampuan yang berguna untuk kehidupan mereka (Competence)
  5. Anak belajar untuk berkontribusi waktu, ide, bakat yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas komunitas (Contribute)

Sedangkan menurut Pittman and Cahill dalam artikelnya Children as partners: Melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam masyarakat merupakan strategi yang efektif dalam mencegah permasalahan anak. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, partisipasi anak juga dapat memberikan kesempatan pada anak atau orang muda untuk berkontribusi pada masyarakat, mendukung terbentuknya kehidupan bermasyarakat dan memperkuat demokrasi.

Berdasarkan hal-hal di atas, tahun ini Sahabat Anak kembali meluncurkan program Karya Anak Indonesia (KADO), yaitu sebuah ajang kreativitas dan inovasi untuk mendorong aspirasi pengembangan diri anak-anak kaum marjinal. Tahun 2013, lebih dari 40 karya dihasilkan oleh lebih dari 400 anak melalui proyek-proyek kreativitas dalam berbagai bentuk. Beberapa proyek bahkan mulai memperlihatkan dampak bagi lingkungan mereka, seperti penanganan sampah, penyediaan fasilitas umum, pengadaan taman bacaan, yang semuanya diprakarsai oleh anak-anak yang dibimbing oleh para voluntir yang menjadi sahabat-sahabat mereka.

Tahun 2014, dengan tema Aku Anak Indonesia, program KADO akan ditekankan pada partisipasi anak secara aktif dalam menghasilkan karya-karya yang dapat membawa perubahan bagi masyarakat sekitar dimana mereka berada. Proyek yang akan mereka kerjakan nantinya akan dimulai dari skala lokal, sesuai dengan kemampuan anak. Implementasi proyek haruslah fokus pada kebutuhan atau isu di komunitas lokal, tetapi bukan tidak mungkin dampaknya akan meluas ke skala regional, bahkan nasional.

hsa jpeg

Nantinya anak-anak ini akan didampingi oleh orang dewasa yang dengan sukarela menjadi sahabat-sahabat pendamping mereka, membantu anak-anak ini berproses, belajar, berdiskusi, hingga mewujudkan karya mereka. Pada akhirnya kita akan membuktikan, saat hak-hak anak-anak marjinal ini terpenuhi, maka mereka mampu memperlihatkan potensi mereka yang sesungguhnya. Anak-anak ini, adalah anak-anak Indonesia yang mampu menjadi agen perubahan, dan Indonesia harus bangga memiliki mereka!

Sumber : 262-hari-sahabat-anak-2014-aku-anak-indonesia

No Comments

Post A Comment